Darwin

Monday, May 19, 2008

100 tahun Kebangkitan Nasional

Beberapa hari lalu, media melaporkan seorang ayah yang menghabisi nyawanya sendiri setelah membunuh ketiga anaknya. Ayah ini terpaksa melakukan hal tersebut karena himpitan ekonomi. Karena bingung bagaimana memberi makanan anaknya karena penggangguran, ayah ini nekat menghabiskan hidupnya.

Berita seperti ini sering sekali muncul belakangan ini. Belum lagi ketua RT yang bunuh diri karena tidak tahan dengan protesan warganya mengenai pembagian BLT. Belum lagi kasus kurang gizi di berbagai tempat di Indonesia, ironisnya, beberapa kasus yang terlaporkan justru berada di daerah-daerah yang menjadi lumbung padi Indonesia.

Apa yang salah?

Mungkin berlebihan menyalahkan pemimpin negeri ini tetapi akan lebih tepat jika mengarahkan pada sistem dan mental penduduk negeri ini. Bertahun-tahun kita terbiasa dengan KKN untuk mempermudah birokrasi, menghalalkan segala sesuatu tanpa memperhatikan etika yang berlaku, mengusungkan segala jalan untuk mewujudkan sesuatu tanpa memikirkan efek panjangnya...

Beberapa hari lalu ada seorang teman yang tinggal di luar negeri menanyakan kemungkinan terulang kembali tragedi 13 Mei 1998. Saya mengatakan bisa saja. Sebentar lagi harga BBM akan naik, dan sudah pasti akan diikuti dengan harga makanan yang lain. Dua hari lalu saat memesan LPG, kami diberitahu kalau tidak ada stok, dan sampai hari ini kami masih menunggu. Apakah benar-benar tidak ada stok? Demikian hancurnyakah sistem distribusi di kita? Lucu... Lucu... beberapa bulan lalu di TV penuh dengan iklan ajakan agar masyarakat menggantikan penggunaan minyak tanah ke gas, hari ini kita kehabisan gas.

Bagaimanapun juga masih banyak sekali masyarakat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan... Masih jutaan masyarakat Jakarta yang belum pernah menginjak Plaza Indonesia, apalagi Pacific Place. Masih ada ratusan ribu masyarakat kita yang tinggal diantara gang-gang kecil di pemukiman menengah ke bawah. Setiap malam, hampir ratusan masyarakat yang tidur beratapkan jembatan di Grogol, menunggu bintang jatuh agar bisa memohon suatu keajaiban...

Semoga pemerintah kita lebih peka akan masyarakat, semoga segenap masyarakat kita bisa segera terbangunkan untuk kembali pada jalur yang benar, demi bangkitnya negeri ini. Semoga bangkit itu benar-benar bangkit dan bukan bangkit setengah bangkit.

Jia You negeriku. Mari bangkit bersama...
posted by rudy darwin at 1:18 AM 0 comments


Mari berdoa buat korban bencana
Bulan Mei ini, kita dihentakkan oleh beberapa bencana. Diantaranya yang paling tragis adalah topan Nargis di Myanmar dan gempa bumi di Sichuan, China. Di Jakarta, berita-berita tentang kedua bencana alam ini sepertinya tidak terlalu banyak diangkat, sementara di China, berita gempa bumi di Sichuan menjadi bencana nasional yang memenuhi setiap media yang ada. Hari ini, Senin, 19 Mei, China memasuki hari pertama dari tiga hari berkabung nasional. Seluruh masyarakat China bersatu dalam hal ini berdoa bagi para korban. Meski berita-berita keajaiban tentang korban yang masih hidup terus bermunculan, harapan untuk menemukan korban yang serupa, semakin tipis. Belum lagi gempa-gempa susulan yang terus berdatangan.

Pemerintah menggerakkan 50.000 personnel militer yang berlari membawa barang bantuan selama 21 jam menuju lokasi bencana. 21 jam! Saya kagum sekali melihat gambar ini. Tayangan ini menunjukkan pentingnya peran militer dalam menjaga dan mengayomi masyarakat.

Di Myanmar, Tzu Chi menjadi organisasi asing pertama yang diberikan kesempatan melakukan bantuan secara langsung ke tangan penduduk Myanmar. Sebelumnya beberapa LSM internasional memang sudah memasuki Myanmar tetapi semua barang bantuan harus dikumpulkan ke pemerintah junta untuk kemudian dibagian pemerintah. Tzu Chi yang beranggotakan 9 relawan dari Malaysia, Thailand dan Taiwan menjadi organisasi pertama yang diijinkan berinteraksi langsung dengan penduduk setempat. Ada yang mengatakan hal ini memungkinkan karena dibantu dubes Myanmar di Malaysia yang berterima kasih kepada Tzu Chi Malaysia karena telah ikut mendampingi dan membantu pengungsi-pengungsi Myanmar yang ada di Malaysia.

Pendiri Yayasan Tzu Chi, Master Cheng Yen dengan sedih mengajak masyarakat untuk ikut berdoa bersama supaya tercipta energi positif untuk menghindarkan kita dari bencana.

Mari berdoa...

Labels:

posted by rudy darwin at 12:56 AM 0 comments

Monday, May 12, 2008


Drama Kisah Sebening Kasih - Kehidupan Anak Manusia di Bantaran Kali Angke

Akhir Januari 2002, banjir besar yang melanda Jakarta menjadi titik balik dalam kehidupan Evi Hermawati, pelajar yang kini tinggal di Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng.

Evi yang tinggal di bantaran Kali Angke bersama keluarganya mengalami penggusuran yang ke-12 kalinya di tahun 2002, sekaligus mengakhiri kehidupan keluarganya yang selalu dalam kekuatiran karena tidak ada tempat menetap yang permanen.

Kisah Evi diangkat dalam drama mini seri Kisah Sebening Kasih yang diputar setiap Jumat jam 8 malam di bulan Mei. Drama ini merupakan drama produksi DAAI TV Indonesia yang pertama. Tidak tanggung-tanggung, DAAI TV mengajak Garin Nugroho untuk menggarap drama ini. Bahkan, Garin diterbangkan ke Taiwan untuk bertemu dengan Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Tzu Chi (tempat DAAI TV bernaung) untuk mendengarkan langsung konsep drama DAAI TV yang harus berdasarkan kisah nyata.

Episode pertama cukup mengharukan apalagi melihat pergolakan batin sang ayah yang bekerja sebagai hansip tetapi di saat yang sama, ditugaskan untuk menggusur pemukiman liar tempat tinggal istri keduanya. Belum lagi akting sang Ibu yang terduduk sedih merenung nasibnya. Begitu juga dengan kepolosan seorang anak yang meminta dibelikan sepeda, tanpa ikut memikirkan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Saya sendiri merasa emosi di episode kedua lebih menurun. Beberapa adegan mencoba mengajak pemirsa hanyut dalam suasana sedih tetapi dengan cepat juga segera tergantikan oleh adegan yang lain. Akibatnya, emosi pemirsa menjadi tanggung.

Di luar itu, salut kepada DAAI TV untuk produksi ini. Di saat sinetron kita penuh dengan kedengkian, penuh dengan rumah bertingkat yang serba mewah, penuh dengan gemerlapan kekayaan materi, DAAI TV menyajikan suguhan kehidupan masyarakat menengah ke bawah yang sering terlupakan. Bagaimanapun juga, masyarakat kita masih banyak yang hidup dalam kekurangan. Semoga drama ini bisa menjadi refleksi akan adanya saudara kita yang hidup dalam kekurangan. Semoga lebih banyak program lagi dari kisah nyata masyarakat kita yang akan menghiasi DAAI TV. Semoga menjadi tenaga penggerak untuk suatu perubahan yang berbeda dan lebih baik.

Labels: , ,

posted by rudy darwin at 6:39 AM 0 comments

KPI Umumkan 10 Program Bermasalah

Jumat, 9 Mei yang lalu, KPI mengumumkan 10 program TV yang dianggap bermasalah menurut pengamatan KPI dari tanggal 1-13 April 2008 di 9 TV swasta nasional. Program-program ini disorot karena mengangkat nilai-nilai yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang berlaku di negeri ini seperti kekerasan, kesusilaan dan lainnya.

Kesepuluh program tersebut adalah
Cinta Bunga (SCTV), Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Extravaganza (Trans TV), Jelita (RCTI), Mask Rider Blade (ANTV), Mister Bego (ANTV), Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI), Si Entong (TPI), dan Super Seleb Show (Indosiar).

Ini adalah langkah yang bagus yang ditunjukkan KPI. Hari Senin, 12 Mei, KPI menindaklanjuti dengan mengumumkan nilai-nilai dari kesepuluh program tersebut yang dianggap tidak sesuai dengan budaya kita.

Mengutip pernyataan Meutia Hatta mengenai seringnya kita mengangkat masalah dan bukannya memberi solusi, mungkin ada baiknya KPI juga memberikan daftar 10 program yang dianggap bagus untuk menjadi tontonan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat perfilman kita bisa terus berkreasi dengan acuan tertentu daripada akhirnya masyarakat Indonesia memilih menikmati saluran-saluran asing melalui TV kabel ataupun parabola.

Di Taiwan, setiap 3 bulan, ada yayasan tertentu yang akan merekomendasikan program-program yang dianggap berbobot dan berguna bagi masyarakat. Program-program tersebut dibagi menjadi beberapa kategori seperti program berita terbaik, drama terbaik, program anak terbaik, program dokumenter terbaik, dan sebagainya...

Dengan demikian, orang tua Indonesia mempunyai panduan untuk mengarahkan anak-anak mereka untuk menyaksikan tayangan-tayangan yang membangun. Bagaimana menurut Anda?

Labels: , ,

posted by rudy darwin at 6:26 AM 0 comments