Darwin
Monday, July 14, 2008
Fwd dari email Eny... thanks atas sharingnya. Gw belum nonton nih. Kayanya wajib ya...
> KUNG FU PANDA
>
> Po , si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie
> ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar
> Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan
> sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya
> untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung..
>
> Saat menonton film animasi ini, saya seperti diingatkan
> tentang beberapa hal :
>
> 1. The secret to be special is you have to believe
> you’re special.
>
> Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia
> Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan
> dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali
> bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri.
> Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik,
> berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan
> hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir
> kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to
> believe
>
> 2. Teruslah kejar impianmu.
>
> Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya
> bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang
> akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang
> oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master
> Oogway, Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat
> ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah).
> Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu
> dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang
> yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
>
> 3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain,
> sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan
> kemampuan dirimu sendiri.
>
> Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak
> berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam
> waktu sekejap.. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh
> derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway –gurunya-
> bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu
> satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau
> orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi
> label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah.
> Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak
> punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita
> kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk
> membimbing mereka.
>
> 4. Tiap individu belajar dengan caranya sendiri dan
> motivasinya sendiri.
>
> Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan
> bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan
> makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid
> jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita
> ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat
> setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi
> motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita
> memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada
> anak-anak yang dirugikan.
>
> 5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri
> sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi
> sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.
>
> Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan
> tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia
> membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan
> harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi
> Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi
> Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus
> membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.
> Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri
> sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan
> sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau
> mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang
> tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang
> selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya
> tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang
> yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan
> pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja
> memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir
> sesuai keinginannya. Akibatnya
> proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang
> signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan
> melangkah ke arah yang keliru.
>
> 6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan
> kepahitan tinggal dalam hatimu.
>
> Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi
> menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada
> murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita
> tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi
> kasih sayang.
>
> 7.. Keluarga sangatlah penting.
>
> Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah.
> Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga
> dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi
> dukungan pada anggota keluarga kita?
> KUNG FU PANDA
>
> Po , si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie
> ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar
> Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan
> sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya
> untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung..
>
> Saat menonton film animasi ini, saya seperti diingatkan
> tentang beberapa hal :
>
> 1. The secret to be special is you have to believe
> you’re special.
>
> Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia
> Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan
> dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali
> bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri.
> Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik,
> berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan
> hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir
> kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to
> believe
>
> 2. Teruslah kejar impianmu.
>
> Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya
> bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang
> akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang
> oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master
> Oogway, Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat
> ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah).
> Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu
> dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang
> yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
>
> 3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain,
> sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan
> kemampuan dirimu sendiri.
>
> Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak
> berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam
> waktu sekejap.. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh
> derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway –gurunya-
> bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu
> satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau
> orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi
> label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah.
> Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak
> punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita
> kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk
> membimbing mereka.
>
> 4. Tiap individu belajar dengan caranya sendiri dan
> motivasinya sendiri.
>
> Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan
> bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan
> makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid
> jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita
> ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat
> setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi
> motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita
> memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada
> anak-anak yang dirugikan.
>
> 5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri
> sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi
> sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.
>
> Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan
> tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia
> membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan
> harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi
> Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi
> Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus
> membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.
> Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri
> sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan
> sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau
> mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang
> tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang
> selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya
> tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang
> yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan
> pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja
> memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir
> sesuai keinginannya. Akibatnya
> proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang
> signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan
> melangkah ke arah yang keliru.
>
> 6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan
> kepahitan tinggal dalam hatimu.
>
> Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi
> menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada
> murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita
> tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi
> kasih sayang.
>
> 7.. Keluarga sangatlah penting.
>
> Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah.
> Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga
> dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi
> dukungan pada anggota keluarga kita?
posted by rudy darwin at 11:05 AM
0 Comments:
Post a Comment
<< Home