Darwin

Tuesday, December 11, 2007


Kenapa Drama DAAI TV selalu berakhir dengan Tzu Chi

Ada teman yang bertanya, 'Kenapa drama DAAI TV selalu berakhir dengan sang pemeran utama melakukan Tzu Chi?'

Dia mendapatkan kesan kalau seseorang otomatis akan menjadi orang baik jika bergabung dengan Tzu Chi. Jawaban saya begini:

1. Seperti organisasi yang lain, Tzu Chi juga adalah bentukan dari berbagai individu dengan latar belakang yang sama. Di Tzu Chi, para relawan belajar untuk melatih dan membina diri tetapi itu tidak berarti otomatis para relawan adalah orang-orang yang baik. Sebenarnya sama saja, hanya saja dengan di Tzu Chi, kita mempunyai wadah untuk berkumpul dan belajar sama-sama untuk menuju ke yang lebih baik dengan dukungan lingkungan yang kondusif.

2. Karena DAAI TV adalah milik Tzu Chi dan misi DAAI TV menekankan pada Kebenaran, Kebajikan dan Keindahan. Kebenaran berada di urutan pertama dan itu berarti poin yang paling harus ditekankan. Dengan mengambil kisah relawan Tzu Chi, itu adalah hal yang paling bisa dipertanggungjawabkan karena perjalanan hidup orang tersebut disaksikan langsung oleh orang-orang di sekitarnya dan proses pembuktian kebenaran suatu kisah akan lebih mudah karena narasumber akan lebih cepat diperoleh.

3. DAAI TV hanyalah sebuah wacana. Tujuan DAAI TV dibentuk adalah membawa sebuah aliran suci untuk masyarakat yang lebih baik. Dengan mengangkat sebuah organisasi yang memang bisa dibuktikan kebenarannya, DAAI TV mencoba mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang sama dalam lingkungan mereka. Masyarakat saat ini sering pesimis dengan perubahan lebih baik yang mungkin terjadi, nah di sini kita diajak melihat saksi hidupnya sehingga kita juga percaya bahwa hal-hal seperti ini sungguh benar dan mungkin saja terwujud.

Tzu Chi tidaklah sempurna tetapi Master percaya bahwa kita harus mempunyai keyakinan akan terwujudnya sebuah dunia yang damai sejahtera sehingga setiap insan dari kita mau bergerak untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat kita.

Labels:

posted by rudy darwin at 12:07 AM 0 comments

Monday, December 10, 2007


The Most Beautiful Person in Taiwan

Sabtu kemarin pas ke JingSi Cafe di Pluit, saya sempat melihat ada satu buku baru. Buku ini dijual di toko buku Tzu Chi tetapi bukan terbitan Jing Si Publishing.


Kalimat di sampul buku adalah

Pusaka Taiwan - Manusia Paling Cantik di Taiwan


Sebagai salah seorang fans Master Cheng Yen, senang sekali membaca kalimat ini karena bagi saya ini adalah sebuah pengakuan masyarakat luar yang melihat Master Cheng Yen. Bagi saya, bukan hanya di Taiwan, tapi bahkan di seluruh dunia. Dulu saya selalu memimpikan sosok seperti Bunda Teresa dan sekarang saya merasa saya menemukan sosok yang lebih dekat lagi dengan saya, yaitu Master Cheng Yen,

Dari akhir tahun 80-an, saat Master Cheng Yen dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Magsaysay, semuanya sudah berbeda. Dunia melihat kehadiran sosok wanita ini yang berbeda dan unik.

Ada berbagai alasan kenapa dunia mencintai wanita ini:
1. Sehari tidak bekerja maka sehari tidak makan
Di Hualien tempat tinggal Master, kita bisa melihat para biksuni menanam sayuran sendiri dan bekerja untuk menghidupi kehidupan mereka.
2. Kata-katanya diwujudkan dalam tindakan
Teringat kegigihannya mendirikan rumah sakit di Hualien, daerah terpencil yang sebelumnya tanpa sarana pengobatan yang memadai. Hari ini, RS Tzu Chi Hualien merupakan salah satu rumah sakit dengan peralatan dan riset yang terbaik di Taiwan.
3. RS tanpa deposit
Berdasarkan pengalaman beliau, maka beliau mendirikan RS yang tidak meminta jaminan di muka. Salah seorang teman kuliah saya yang tinggal di Dumai bercerita kepada saya pas mengetahui saya sering mengikuti kegiatan Tzu Chi. Dia memuji Tzu Chi karena papanya pernah dioperasi di otak di RS Tzu Chi. Saat itu mereka kekurangan dana sehingga dari biaya pengobatan dan operasi yang total sekitar Rp 150 juta, mereka kebetulan hanya membawa Rp. 90 juta. Ternyata staf di RS sana, mengijinkan mereka untuk pulang ke Indo tanpa harus melunasi uang tersebut dan hanya berkata, 'Tidak apa-apa. Silakan dibayar saat kalian datang lagi.' Teman saya akhirnya melunasi sisa Rp 60 juta setahun kemudian saat melakukan cek-up ke sana. Teman saya sangat terharu melihat RS seperti ini karena selama setahun itu pun, mereka tidak pernah dihubungi untuk meminta sisa tunggakan. Dari tidak mengenal Tzu Chi, hari ini teman saya berubah menjadi donatur.
4. Cinta kasih tak terbatas
5. Pengorbanan tanpa pamrih
6. Keyakinan kuat akan terwujudnya sebuah dunia yang aman damai
7. Doa yang sama setiap tahun
8. Pengabdian untuk misi kemanusiaan
9. Tanpa ego
10. Kebijaksanaan
11. Semangat untuk terus mendobrak
12. Percaya bahwa dalam hati setiap orang, terdapat cinta kasih yang menunggu untuk dibangkitkan........
Truly the most wonderful person on earth.

Labels:

posted by rudy darwin at 11:45 PM 0 comments


TEHE VEGETARIAN RESTO

Kemarin, dengan ditemani A Khai, kami mampir ke Resto Vegetarian TEHE yang di Kemayoran. Maksud awal untuk mengambil beberapa foto karena saya mencoba mengajak pemiliknya untuk buka di FX. Sebenarnya saya sudah pernah mencoba makanan TEHE di Kelapa Gading tapi karena waktu yang terbatas sehingga pencobaan makanan belum sepenuhnya.


Kami mengorder ayam bakar bandung, udang mayonaise dan Godzilla Steak (hahaha, namanya lucu!).

Teman saya sudah wanti-wanti kalau makanan vegetarian bakal aneh karena dia tidak terbiasa dengan vegetarian tapi saya mencoba meyakinkan kalau makanannya enak dan yang terpenting sehat.

Dan saat makanan kami tiba, ternyata ayam dan udangnya bener2 kaya asli!

Suasana restonya pun lumayan. Mengusung konsep ala restoran Sunda, tersedia beberapa saung dengan latar musik Mandarin. Ternyata lokasi ini juga sering di-book untuk karaoke pada akhir pekan.

Mungkin karena kami datang di senin malam sehingga yang terisi hanya sekitar 4 meja. Dan melihat patung dewa bermuka empat di depan resto (mirip Erawan Shrine Bangkok!), sepertinya di hari-hari sembahyang tertentu pasti rame!


Akhirnya kami pulang dengan rasa puas dan teman saya mengatakan akan mengajak mamanya yang suka makan makanan vegetarian untuk mencobanya.

Happy trying!

(Photo courtesy of TEHE)

Labels:

posted by rudy darwin at 11:32 PM 0 comments