Darwin
Monday, May 19, 2008
1.jpg)
Mari berdoa buat korban bencana
Bulan Mei ini, kita dihentakkan oleh beberapa bencana. Diantaranya yang paling tragis adalah topan Nargis di Myanmar dan gempa bumi di Sichuan, China. Di Jakarta, berita-berita tentang kedua bencana alam ini sepertinya tidak terlalu banyak diangkat, sementara di China, berita gempa bumi di Sichuan menjadi bencana nasional yang memenuhi setiap media yang ada. Hari ini, Senin, 19 Mei, China memasuki hari pertama dari tiga hari berkabung nasional. Seluruh masyarakat China bersatu dalam hal ini berdoa bagi para korban. Meski berita-berita keajaiban tentang korban yang masih hidup terus bermunculan, harapan untuk menemukan korban yang serupa, semakin tipis. Belum lagi gempa-gempa susulan yang terus berdatangan.
Pemerintah menggerakkan 50.000 personnel militer yang berlari membawa barang bantuan selama 21 jam menuju lokasi bencana. 21 jam! Saya kagum sekali melihat gambar ini. Tayangan ini menunjukkan pentingnya peran militer dalam menjaga dan mengayomi masyarakat.
Di Myanmar, Tzu Chi menjadi organisasi asing pertama yang diberikan kesempatan melakukan bantuan secara langsung ke tangan penduduk Myanmar. Sebelumnya beberapa LSM internasional memang sudah memasuki Myanmar tetapi semua barang bantuan harus dikumpulkan ke pemerintah junta untuk kemudian dibagian pemerintah. Tzu Chi yang beranggotakan 9 relawan dari Malaysia, Thailand dan Taiwan menjadi organisasi pertama yang diijinkan berinteraksi langsung dengan penduduk setempat. Ada yang mengatakan hal ini memungkinkan karena dibantu dubes Myanmar di Malaysia yang berterima kasih kepada Tzu Chi Malaysia karena telah ikut mendampingi dan membantu pengungsi-pengungsi Myanmar yang ada di Malaysia.
Pendiri Yayasan Tzu Chi, Master Cheng Yen dengan sedih mengajak masyarakat untuk ikut berdoa bersama supaya tercipta energi positif untuk menghindarkan kita dari bencana.
Mari berdoa...
Labels: sharing
posted by rudy darwin at 12:56 AM
0 Comments:
Post a Comment
<< Home