TVC Visit Indonesia Year 2008 Kalau bukan kita yang bantu promosi, siapa lagi? Milenium baru adalah milenium pariwisata, di Malaysia, industri pariwisata mendatangkan devisa kedua tertinggi. Dengan pariwisata, kita membuka wawasan masyarakat kita, kita meningkatkan pendapatan masyarakat kita dan yang terpenting kita membantu mempromosikan kehidupan toleransi menghargai perbedaan yang ada. Jadi ayo kita dukung pariwisata...
Hari ini menghadiri sebuah pernikahan yang spektakuler. Spektakuler dalam berbagai hal... Pernikahan salah satu teman terbaik aku yaitu Pompy dengan Chean yg orang Malaysia.
Spektakuler karena ini pertama kali saya melihat langsung ucapan janji setia tanpa membaca teks dan tanpa pendeta, jadi diucapkan langsung, dalam bahasa mandarin pula, keren abis...
Spektakuler karena teman aku Pompy tampil dalam gayanya yang paling keren, paling tampan dan tentunya paling dikasihi ama Kristus.
Spektakuler karena yang diundang hanya teman Tzu Chi, Abba Love Ministries dan keluarga dekat. Tamu yang disebutkan dari dua dunia, yaitu Tzu Chi yang berbasis Budhist dan AbbaLove yang Kristen, sebuah keindahan akan keharmonisan. Jadi resepsi ini sebenarnya dilakukan demi teman-teman terdekat Pompy. What an appreciation!
Kenapa saya harus mengangkat Pompy?
Saya mengenal Pompy di Tzu Chi. Kami langsung akrab karena sama-sama kuliah di Malaysia. Kami langsung nyambung karena banyak hal yang kami bisa share.
Yang menarik dari Pompy adalah positive thinking dan juga senyumannya. Berada dekatnya, membuat kita selalu merasa bersyukur dan ingat pada-Nya.
Pompy selalu membawa suasana yang ceria dan juga selalu memuliakan Tuhan dalam tindak-tanduknya. Dalamnya, kita melihat wujud kasih sayang Tuhan pada kita umat-Nya.
Selain itu, saya selalu suka memanggilnya bi**h dan dia akan selalu mereply, 'ada apa, my son?' Hahaha, terakhir pas saya di Bangkok, dia masih sempat sms saya, 'Bro, happy birthday ya...' Saya bales, 'Happy birthday siapa, bi**h? It's not my birthday.' Balasnya lagi, 'Oh, I must be wrong, my son.'
It's a blessing to have a brother like you. With my sincerity, I wish you both the best and may you live happily ever after. God bless you...
DAAI TV saat ini sedang memutar drama Menggapai Harapan (foto), tentang kisah Tante A Lan. Episode hari ini (20/3) mengangkat tentang tantangan dalam meyakinkan orang untuk menyumbang dalam pembangunan rumah sakit Tzu Chi yang pertama... (foto menunjukkan keseluruhan kompleks Tzu Chi yang dibangun dalam beberapa tahap termasuk Universitas Tzu Chi, asrama mahasiswa, apartemen dokter dan pengembangan rumah sakit yang baru)
Saat itu, Master Cheng Yen bertekad untuk membangun rumah sakit yang tidak mengharuskan deposit (uang jaminan) sebelum menerima pasien. Dari sosok beliau yang begitu kurus, tekadnya ini harus melalui berbagai tantangan hingga akhirnya bisa mewujudkan rumah sakit yang pertama di Hualien. Berbeda dengan Hualien hari ini, saat itu Hualien masih merupakan kota yang belum banyak berkembang. Untuk penyakit yang serius, pasien harus menempuh perjalanan berjam-jam ke Taipei untuk diobati, belum lagi permintaan rumah sakit akan uang jaminan sehingga mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu sering mengalami kesulitan.
Saya ingin berbagi tentang teman kuliah saya. Dia berasal dari Dumai dan saya kenalnya saat kuliah bersama di Malaysia. Agustus 2006 saat membawa tante saya berobat ke Malaysia, saya bertemu lagi dengannya. Dia bercerita kalau papanya sempat dioperasi di RS Tzu Chi di Hualien. Biaya yang harus mereka bayar adalah Rp. 150 juta karena merupakan operasi besar di kepala. Karena uang yang mereka bawa hanya separohnya, mereka sempat kuatir tidak bisa melakukan operasi. Ternyata setelah diberitau ke pihak RS, pihak RS mengatakan tidak apa-apa, sisanya bisa dibayarkan kemudian. Teman saya dan papanya dibiarkan pulang dan setahun kemudian sat melakukan cek-up ulang ke RS tersebut, mereka baru membawa kekurangan setahun lalu utk dibayar.
Senang sekali ternyata RS ini bener2 mewujudkan apa yang dicita-citakan.
Sering juga kita mendengar kisah yang serupa di negara kita, tentang pasien yang ditolak karena tidak mampu membayar uang panjar. Untung kemudian pemerintah mengeluarkan program bantuan utk keluarga kurang mampu. Semoga program ini akan terus ada meskipun sempat beberapa kali diganti istilahnya.
Dukung yuk Earth Hour yang diselenggarakan oleh WWF World Wide Fund For Nature. Selama 1 jam di tanggal 29 Maret pukul 8 malam. Matikan lampu, hentikan penggunaan listrik dan tarik nafas panjang selama satu jam hehehe.
Anyway, inti utamanya adalah ikut berpartisipasi mengurangi terciptanya CO2 yang terus meningkat. Tahun lalu sudah dilakukan di Sydney Australia dan tahun ini WWF mengajak dunia untuk melakukan hal yang sama. Sudah lebih dari seratus ribu orang yang mendaftar dari berbagai negara. Semoga dengan mengikuti yang satu jam ini, kita bisa terinspirasi untuk melakukan sesuatu dalam jangka panjang seperti mengurangi penggunaan kantong plastik, penggunaan tissue (rata2 org Indo menghabiskan 6 lbr tissue sehari - gw 20 hehehe, lagi dikurangi!), AC-nya jangan dingin2, yang cukup aja - 22 derajat!, apa lagi ya? Banyak deh. Bisa juga dimulai dari kantor
Yang pasti, banyak sekali yang bisa lakukan bila kita berniat. Do something before it's too late. Ini bukan urusan segelintir orang tapi adalah tanggung jawab semua orang! Let's act now!
1 Juni 2008, China bebas penggunaan kantong plastik tipis...
1 January 2009, Australia bebas kantong plastik tipis...
Indonesia? Jakarta?
Teringat ceramah Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Tzu Chi beberapa waktu lalu tentang ditemukannya pulau sampah seluas ukuran Amerika yang penuh dengan kantong plastik yang dibuang... Kontong plastik ini tidak terurai meski sudah berusia puluhan tahun. Dan penyebabnya adalah kita.
Teringat sharing rekan kantor saya, Wendy yang awalnya sempat kesal dengan saya. Dia bercerita kepada teman saya yang lain kalau setiap kali berbelanja dengan saya, saya selalu 'complain' mengenai penggunaan kantong plastik. Saya selalu menolak menggunakan kantong plastik. Lama-lama ternyata dia terpengaruh juga dan sampai saat ini, dia selalu berusaha untuk menghindari penggunaan kantong plastik saat berbelanja. Ceritanya sangat menyenangkan saya. Ternyata saya bisa mempengaruhi teman saya juga...
Ingin berbagi salah satu teman di Tzu Ching yang hebat banget. Phei Se, yang memanfaatkan mobilnya untuk dijadikan mobil pengangkut sampah. Sebulan sekali, Phei Se dan teman-teman akan mengelilingi daerah Cengkareng dan Palem untuk mengumpulkan sampah daur ulang yang disumbangkan muda-mudi Tzu Ching. Minggu lalu pas melihat sampah-sampah yang dibawa ke posko, sungguh membahagiakan karena sampahnya sampai memenuhi satu truk. Senang sekali.
Semoga bisa menjadi motivasi untuk lebih banyak orang melakukan sesuatu demi lingkungan. Setidaknya dengan mengurangi penggunaan kantong plastik!
Hari ini saat menyaksikan berita di TV, perasaan kesal dan sedih bercampur satu. Salah satu berita yang ada melaporkan kasus kematian ibu dan anak di salah satu desa di Makassar karena kelaparan! Kelaparan! Kasarnya tikus mati di lumbung padi!
Kesal karena negara kita adalah negara agraris (diyakini demikian) tetapi beberapa tahun terakhir ini kita terus mengimpor beras dari luar. Kesal karena tanah kita yang begitu subur yang bisa menghasilkan berbagai jenis makanan tetapi masih begitu banyak berita yang mengangkat tentang kelaparan. Kesal karena di saat pasokan makanan sering menjadi masalah, negara masih sering disibukkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terutama di dalam Bulog itu sendiri!
Kisah di Makasar ini bukan berita pertama. Beberapa hari yang lalu, saya sempat membaca kisah bocah laki-laki yang bunuh diri karena kelaparan. Sakit lambung yang menderanya berhari-hari, memaksanya bunuh diri. Di saat saudara-saudara kita masih begitu banyak yang kelaparan, bukankah sudah selayaknya kita lebih berhemat dalam pengeluaran kita. Di tengah godaan masyarakat yang semakin konsumtif, semakin hedonis dan semakin mengagungkan materialisme, apa yang bisa saya lakukan?
Resolusi diri: Habiskan makanan yang ada di depan mata. Kalau takut gemuk, jangan pesan banyak-banyak. Yang secukupnya saja. Gunakan suatu barang dengan optimal. Jika tidak benar-benar perlu, jangan beli. Baru ingat kemarin ada sale besar di Metro dan hampir saja ikut tergoda karenanya. Ke Qi Fu Li – hehehe, yang anggota Tzu Ching pasti tau yang ini cumin saya ga ngerti gimana ngejelasinnya…