Darwin

Monday, May 12, 2008


Drama Kisah Sebening Kasih - Kehidupan Anak Manusia di Bantaran Kali Angke

Akhir Januari 2002, banjir besar yang melanda Jakarta menjadi titik balik dalam kehidupan Evi Hermawati, pelajar yang kini tinggal di Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng.

Evi yang tinggal di bantaran Kali Angke bersama keluarganya mengalami penggusuran yang ke-12 kalinya di tahun 2002, sekaligus mengakhiri kehidupan keluarganya yang selalu dalam kekuatiran karena tidak ada tempat menetap yang permanen.

Kisah Evi diangkat dalam drama mini seri Kisah Sebening Kasih yang diputar setiap Jumat jam 8 malam di bulan Mei. Drama ini merupakan drama produksi DAAI TV Indonesia yang pertama. Tidak tanggung-tanggung, DAAI TV mengajak Garin Nugroho untuk menggarap drama ini. Bahkan, Garin diterbangkan ke Taiwan untuk bertemu dengan Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Tzu Chi (tempat DAAI TV bernaung) untuk mendengarkan langsung konsep drama DAAI TV yang harus berdasarkan kisah nyata.

Episode pertama cukup mengharukan apalagi melihat pergolakan batin sang ayah yang bekerja sebagai hansip tetapi di saat yang sama, ditugaskan untuk menggusur pemukiman liar tempat tinggal istri keduanya. Belum lagi akting sang Ibu yang terduduk sedih merenung nasibnya. Begitu juga dengan kepolosan seorang anak yang meminta dibelikan sepeda, tanpa ikut memikirkan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Saya sendiri merasa emosi di episode kedua lebih menurun. Beberapa adegan mencoba mengajak pemirsa hanyut dalam suasana sedih tetapi dengan cepat juga segera tergantikan oleh adegan yang lain. Akibatnya, emosi pemirsa menjadi tanggung.

Di luar itu, salut kepada DAAI TV untuk produksi ini. Di saat sinetron kita penuh dengan kedengkian, penuh dengan rumah bertingkat yang serba mewah, penuh dengan gemerlapan kekayaan materi, DAAI TV menyajikan suguhan kehidupan masyarakat menengah ke bawah yang sering terlupakan. Bagaimanapun juga, masyarakat kita masih banyak yang hidup dalam kekurangan. Semoga drama ini bisa menjadi refleksi akan adanya saudara kita yang hidup dalam kekurangan. Semoga lebih banyak program lagi dari kisah nyata masyarakat kita yang akan menghiasi DAAI TV. Semoga menjadi tenaga penggerak untuk suatu perubahan yang berbeda dan lebih baik.

Labels: , ,

posted by rudy darwin at 6:39 AM

0 Comments:

Post a Comment

<< Home