Darwin

Tuesday, July 22, 2008


Sebuah Tim, Sebuah Sandaran, Sebuah Kepercayaan, Sebuah Keluarga

DTZ Utama Propertindo, perusahaan tempat saya bergabung sejak 2006. Awalnya sempat kuatir juga karena perusahaan ini bergerak di bidang property consultant, tempat kerja yang biasanya dihindari. Bahkan sebelum saya join pun, ada seseorang yang berusaha mencegah saya dengan mengatakan posisi saya di bidang marketing consultant menjadi 'kasta' terendah dalam dunia property. Sedih juga bo!

Hampir 2 tahun sudah saya bergabung di DTZ tapi yang saya rasakan sungguh berbeda. DTZ merupakan satu tempat kerja yang paling menyenangkan dalam hal orang-orangnya yang penuh kekeluargaan dan solidnya tim itu sangat terasa di sini. Di saat saya down, ada yang berada di sisi saya untuk mensupport saya, begitu juga sebaliknya.

Beberapa hari ini pikiran saya terus terganggu dengan salah satu klien kita yang tidak jujur, tetapi untungnya ada rekan kita yang selalu mengajak untuk berdoa, untuk percaya kepada Tuhan karena saat kita berusaha yang sebaik mungkin, Tuhan akan selalu membukakan jalan.

Terima kasih atas lingkungan kerja yang bagus ini, terima kasih atas keluarga yang begitu perhatian ini. Tuhan sungguh menyayangi kita...

Labels: ,

posted by rudy darwin at 2:45 PM 0 comments

Monday, July 14, 2008

Fwd dari email Eny... thanks atas sharingnya. Gw belum nonton nih. Kayanya wajib ya...

> KUNG FU PANDA
>
> Po , si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie
> ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar
> Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan
> sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya
> untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung..
>
> Saat menonton film animasi ini, saya seperti diingatkan
> tentang beberapa hal :
>
> 1. The secret to be special is you have to believe
> you’re special.
>
> Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia
> Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan
> dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali
> bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri.
> Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik,
> berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan
> hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir
> kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to
> believe
>
> 2. Teruslah kejar impianmu.
>
> Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya
> bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang
> akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang
> oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master
> Oogway, Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat
> ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah).
> Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu
> dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang
> yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
>
> 3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain,
> sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan
> kemampuan dirimu sendiri.
>
> Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak
> berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam
> waktu sekejap.. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh
> derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway –gurunya-
> bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu
> satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau
> orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi
> label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah.
> Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak
> punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita
> kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk
> membimbing mereka.
>
> 4. Tiap individu belajar dengan caranya sendiri dan
> motivasinya sendiri.
>
> Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan
> bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan
> makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid
> jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita
> ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat
> setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi
> motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita
> memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada
> anak-anak yang dirugikan.
>
> 5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri
> sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi
> sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.
>
> Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan
> tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia
> membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan
> harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi
> Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi
> Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus
> membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.
> Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri
> sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan
> sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau
> mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang
> tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang
> selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya
> tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang
> yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan
> pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja
> memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir
> sesuai keinginannya. Akibatnya
> proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang
> signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan
> melangkah ke arah yang keliru.
>
> 6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan
> kepahitan tinggal dalam hatimu.
>
> Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi
> menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada
> murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita
> tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi
> kasih sayang.
>
> 7.. Keluarga sangatlah penting.
>
> Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah.
> Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga
> dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi
> dukungan pada anggota keluarga kita?
posted by rudy darwin at 11:05 AM 0 comments






My Lovely Bagan
Well, I manage to escape from the work hectic to enjoy the warmth in my hometown. A remarkable four days, full of surprises, full of delicious food, full of love and thousands of smiles. Just can't imagine the changes taking place year by year. As time goes by, some remain, and I certainly would like to remember all these, what a nostalgic journey! Journey to the west, west of Indonesia, east of Sumatra, heart of my heart!

Labels: ,

posted by rudy darwin at 10:51 AM 0 comments





Go Ge Cap Lak
Back to my hometown, to attend the Barge Burning Festival, a festival to celebrate the arrival of Chinese to Bagan. It was also the time when Bagansiapiapi was discovered. It has no exclusivity meaning, but merely a celebration of gratitude to the Almighty to bringing the Chinese to a safe, rich and wonderful place. God must have spent a little more time on us...
posted by rudy darwin at 10:38 AM 0 comments


CoCo Wang : 5.12 Earthquake Comic Strip

Setiap orang dari kita bisa berbuat sesuatu untuk korban bencana dengan cara kita masing-masing. Seperti contohnya Coco Wang dalam blognya http://earthquakestrips.blogspot.com/ yang bercerita tentang kisah-kisah mengharukan di balik gempa bumi di Sichuan.
Karena tinggalnya di Beijing dan takut jika keikutsertaannya ke Sichuan malah menambah kemacetan bagi tim penyelamat, Coco mengumpulkan artikel yang mengharukan dari media di China dan kemudian mengubahnya menjadi potongan cerita pendek komik yang kemudian tersebar ke seluruh dunia.

Berikut salah satu contoh komiknya. Untuk lengkapnya, silahkan kunjungi websitenya...

Labels: ,

posted by rudy darwin at 10:25 AM 0 comments