Darwin
Saturday, March 01, 2008

Hari ini saat menyaksikan berita di TV, perasaan kesal dan sedih bercampur satu. Salah satu berita yang ada melaporkan kasus kematian ibu dan anak di salah satu desa di Makassar karena kelaparan! Kelaparan! Kasarnya tikus mati di lumbung padi!
Kesal karena negara kita adalah negara agraris (diyakini demikian) tetapi beberapa tahun terakhir ini kita terus mengimpor beras dari luar. Kesal karena tanah kita yang begitu subur yang bisa menghasilkan berbagai jenis makanan tetapi masih begitu banyak berita yang mengangkat tentang kelaparan. Kesal karena di saat pasokan makanan sering menjadi masalah, negara masih sering disibukkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terutama di dalam Bulog itu sendiri!
Kisah di Makasar ini bukan berita pertama. Beberapa hari yang lalu, saya sempat membaca kisah bocah laki-laki yang bunuh diri karena kelaparan. Sakit lambung yang menderanya berhari-hari, memaksanya bunuh diri. Di saat saudara-saudara kita masih begitu banyak yang kelaparan, bukankah sudah selayaknya kita lebih berhemat dalam pengeluaran kita. Di tengah godaan masyarakat yang semakin konsumtif, semakin hedonis dan semakin mengagungkan materialisme, apa yang bisa saya lakukan?
Resolusi diri:
Habiskan makanan yang ada di depan mata. Kalau takut gemuk, jangan pesan banyak-banyak. Yang secukupnya saja.
Gunakan suatu barang dengan optimal. Jika tidak benar-benar perlu, jangan beli. Baru ingat kemarin ada sale besar di Metro dan hampir saja ikut tergoda karenanya.
Ke Qi Fu Li – hehehe, yang anggota Tzu Ching pasti tau yang ini cumin saya ga ngerti gimana ngejelasinnya…
Kesal karena negara kita adalah negara agraris (diyakini demikian) tetapi beberapa tahun terakhir ini kita terus mengimpor beras dari luar. Kesal karena tanah kita yang begitu subur yang bisa menghasilkan berbagai jenis makanan tetapi masih begitu banyak berita yang mengangkat tentang kelaparan. Kesal karena di saat pasokan makanan sering menjadi masalah, negara masih sering disibukkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terutama di dalam Bulog itu sendiri!
Kisah di Makasar ini bukan berita pertama. Beberapa hari yang lalu, saya sempat membaca kisah bocah laki-laki yang bunuh diri karena kelaparan. Sakit lambung yang menderanya berhari-hari, memaksanya bunuh diri. Di saat saudara-saudara kita masih begitu banyak yang kelaparan, bukankah sudah selayaknya kita lebih berhemat dalam pengeluaran kita. Di tengah godaan masyarakat yang semakin konsumtif, semakin hedonis dan semakin mengagungkan materialisme, apa yang bisa saya lakukan?
Resolusi diri:
Habiskan makanan yang ada di depan mata. Kalau takut gemuk, jangan pesan banyak-banyak. Yang secukupnya saja.
Gunakan suatu barang dengan optimal. Jika tidak benar-benar perlu, jangan beli. Baru ingat kemarin ada sale besar di Metro dan hampir saja ikut tergoda karenanya.
Ke Qi Fu Li – hehehe, yang anggota Tzu Ching pasti tau yang ini cumin saya ga ngerti gimana ngejelasinnya…
Labels: sharing
posted by rudy darwin at 4:52 AM
0 Comments:
Post a Comment
<< Home