Darwin

Sunday, April 13, 2008



Guru Ma Wen Cung - Kisah Inspiratif dari Seberang
Tanggal 5 April 2008, di usianya yang ke-44, Guru Ma menutup usianya. Kisah Guru Ma menjadi salah satu kisah yang sangat inspiratif bagi masyarakat Taiwan dan Cina karena kisahnya yang difilmkan oleh Yayasan Tzu Chi dan disiarkan melalui jaringan DAAI TV dan juga stasiun-stasiun TV di Cina, mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyakarat Cina.

Terlahir dari keluarga miskin di desa Ma Ye Cuang di Provinsi Henan, Guru Ma yang merupakan pelajar terbaik di sekolah menengah di desanya terpaksa harus melepaskan kuota melanjutkan pendidikan ke universitas karena penyakit bawaan yang dideritanya. Guru Ma menderita kelumpuhan sehingga tidak bisa berjalan. Tekadnya untuk mengajar yang begitu tinggi, membuat papanya yang juga bekas seorang guru tergerak untuk membangun sekolah seadanya untuk mewujudkan impian sang anak.

Perjalanan hidupnya menjadi lebih berwarna dengan kehadiran Gu Ching Yi yang akhirnya menjadi istrinya. Ching Yi adalah salah satu pengusaha muda di desanya di propinsi lain, tapi karena kisah mereka berdua yang diangkat pemerintah Cina dalam sebuah kumpulan kisah inspiratif memperkenalkan mereka menjadi sahabat pena. Proses surat-menyurat tersebut akhirnya membawa mereka pada pelaminan.

Selama 22 tahun, Guru Ma berjuang memberikan pendidikan bagi anak-anak yang tidak mampu menikmati bangku pendidikan di desanya. Dengan didukung istrinya, mereka menjadi guru teladan masyarakat Cina.

Penyakitnya mempertemukan mereka dengan Tzu Chi yang akhirnya membantu mendirikan sekolah SD dan SMP yang diberi nama Sekolah Harapan dengan membawa harapan bagi masa muda anak-anak di desanya.

Seiring dengan berjalannya waktu, penyakit Guru Ma pun semakin serius, Di tahun 2006, Tzu Chi menghadiahkannya sebuah kursi roda otomatis untuk mempermudah gerakannya, terutama dalam menulis beberapa buku inspiratif yang royaltinya disumbangkan untuk kemanusiaan. Di tengah keterbatasan hidupnya, Guru Ma masih berpikir untuk membantu orang lain.

Beberapa hari menjelang ajal, kesehatan Guru Ma terus memburuk. Isterinya ingin membawanya ke rumah sakit tetapi Guru Ma bersikeras bahwa penyakitnya akan sembuh cukup dengan beristirahat.

Banyak orang yang bertanya, 'Bukankah orang baik harusnya mempunyai balasan yang baik?'
Mungkin Tuhan ingin mengurangi penderitaan Guru Ma yang sudah berbuat begitu banyak bagi masyarakat desanya.

Selamat jalan, Guru Ma... Semoga kisahmu bisa terus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Labels:

posted by rudy darwin at 9:41 AM

0 Comments:

Post a Comment

<< Home