Darwin
Monday, June 12, 2006

Playboy - RUU Pornografi - FPI - Bhinneka Tunggal Ika
Kenapa sih Playboy bisa seheboh itu? Sudah sehancurkah moral bangsa ini. Saya menentang Playboy, meski Playboy Indonesia menegaskan tidak ada pornonya. Kenapa harus ada Playboy? Mendengar kata itu saja, konotasinya sudah negatif. Ngapain juga beli franchise atas nama itu.
Ingin top langsung? Bagaimana akhlak bangsa? Itu nomor dua ya?
RUU Pornografi, setelah berganti nama dari RUU APP masih saja menciptakan pro dan kontra. Kemarin sempat menerima draft RUU Pornografi terbaru. Saya melihat banyak perubahan di sana. Perubahan yang cukup positif.
Persoalannya bukan pada bagus tidaknya RUU ini tetapi apakah benar-benar bisa diterapkan di lapangan? Kita melihat banyak peraturan yang sampai hari ini tidak berjalan.
Saya menentang pornografi dan saya setuju ada UU yang mengatur ini, tetapi kembali UU ini harus dipastikan sesuai. Jangan sampai wanita dianggap seperti setan atau makhluk penuh dosa. Urusan porno itu ada di pikiran masing-masing dan RUU ini kalau bisa cukup membahas penghapusan pengedaran VCD/DVD porno di Glodok. Jangan yang aneh-aneh yang ditindak. Tidak kebayang bagaimana kalau Jakarta nanti seperti Tangerang dengan Perda Pelacuran. Ekonomi memburuk, istri yang ikut bekerja membantu ekonomi keluarga bertambah, kenapa masih dituduh PSK? Apa tidak salah?
Bicara Playboy, tidak terlepas dari FPI dan FBR. Dua saudara sejati ini suka banget bikin onar. Saya setuju mereka memprotes Playboy, tapi apakah tidak ada cara yang lebih baik? Tentang sepak terjang mereka, saya tidak perlu bahas lagi. Hampir semua media ada. Saya hanya ingin menegaskan bahwa saya tidak suka cara kalian dan saya berharap kalian bisa membimbing umat dan masyarakat pada sebuah kerukunan, bukannya sebuah perpecahan.
Tuhan saja menciptakan kita dengan muka yang berbeda-beda karena itu indah, kenapa kita harus mengambil perbedaan sebagai pemecah kita?
NO to Playboy Magazine!
NO to pornography! (meski saya suka!)
NO to anarchy!
YES to peace!
YES to harmony!
YES to tolerance!
YES to diversity!
posted by rudy darwin at 5:00 AM
0 Comments:
Post a Comment
<< Home